Postingan

2.1.a.9 KONEKSI ANTAR MATERI_MODUL 2.1

Gambar
2.1.a.9  KONEKSI ANTAR MATERI_MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Menurut Ki Hajar Dewantara, pengajaran budi pekerti tidak lain adalah menyokong perkembangan hidup anak-anak lahir dan batin, dari sifat kodrati menuju arah peradaban dalam sifatnya yang umum. Pengajaran ini berlangsung sejak anak-anak hingga dewasa dengan memperhatikan tingkatan perkembangan jiwa mereka (Ki Hajar Dewantara dalam Mustofa, 2011). “Pendidikan Budi Pekerti berarti pembelajaran tentang batin dan lahir. Pembelajaran batin bersumber pada “Tri Sakti”, yaitu: cipta (pikiran), rasa, dan karsa (kemauan), sedangkan pembelajaran lahir yang akan menghasilkan tenaga/perbuatan.  Pembelajaran budi pekerti adalah pembelajaran jiwa manusia secara holistik. Hasil dari pembelajaran budi pekerti adalah bersatunya budi (gerak pikiran, perasaan, kemauan) sehingga menimbulkan tenaga (pekerti). Kebersihan budi adalah bersatunya cipta, rasa, dan karsa yang terwujud dalam tajamnya pikiran, halusnya rasa, kuatnya kemaua...
MODUL 2.1 2.1.a.4.1 EKSPLORASI KONSEP Informasi atau fakta apa yang disampaikan dalam video dan artikel tersebut? Pada video pertama Strategi pembelajaran berdiferensiasi Guru harus selalu memperhatikan 3 aspek belajar murid yaitu kesiapan belajar, minat belajar dan profil belajar. Ketiga hal tersebut sebagai dasar untuk melakukan pembelajaran berdiferensiasi. Strategi pembelajaran berdiferensiasi ada 3 yaitu diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk, Namun sebelum melaksanakan strategi pembelajaran berdiferensiasi, guru harus mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik berdasarkan kesiapan belajar, minat dan profil peserta didik. Pada video yang kedua tentang lingkungan belajar yang mendukung implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Aspek pemetaan kebutuhan murid berdasarkan kesiapan, minat dan profil peserta didik sangat dibutuhkan untuk menentukan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Pengaruh lingkungan belajar sangat penting untuk mendukung...

KONEKSI ANTAR MATERI

Gambar
  1.4.a.9   KONEKSI ANTAR MATERI – BUDAYA POSITIF     FILOSOFI KI HADJAR DEWANTARA “Pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan Kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat Mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi tingginya baik sebagai manusia, maupun anggota masyarakat” (KHD, 1936, Dasar-Dasar Pendidikan, hal.1, paragraph 4) NILAI GURU PENGGERAK v   Mandiri v   Kolaboratif v   Reflektif v   Inovatif v   Berpihak pada murid   PERAN GURU PENGGERAK v   Menjadi pemimpin pembelajaran v     Menggerakkan komunitas praktisi v     Mendorong kolaborasi antar guru v     Menjadi  coach  bagi guru lain v   Mewujudkan kepemimpinan murid   INKUIRI APRESIATIF Inkuiri Apresiatif merupakan managemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan, Inkuiri Apresiatif merupakan prinsip-prinsip utama psikologi dan pendekatan positif yang mana seora...

AKSI NYATA VISI GURU PENGGERAK

Gambar
  AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK MENINGKATKAN KARAKTER ANAK MELALUI PEMBIASAAN DIRI   LATAR BELAKANG Pembiasaan merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan dalam kehidupan sehari-hari anak sehingga menjadi kebiasaan yang baik. Adapun bentuk-bentuk pembiasaan pada anak dapat dilaksanakan dengan cara kegiatan rutin, kegiatan spontan, pemberian teladan dan kegiatan terprogram . Menanamkan karakter sejak usia dini merupakan salah satu faktor terpenting bagi kesuksesan seseorang. Kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih ditentukan oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Membangun karakter bukanlah merupakan produk instant yang dapat langsung dirasakan sesaat setelah pendidikan tersebut diberikan. Pendidikan membangun karakter merupakan proses panjang yang harus dimulai sejak dini pada anak-anak dan baru akan dirasakan setelah anak-anak tersebut tumb...