AKSI NYATA

3.3.a.10 Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

Pembiasaan Shalat Berjamaah dan Baca Tulis Al-Qur’an untuk Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik”

Oleh : Ummi Nasirotun Nikmah, S.Pd

Calon Guru Penggerak Angkatan 4 Kabupaten Nganjuk


LATAR BELAKANG

Pendidikan merupakan sarana yang sangat penting dalam menciptakan sumber daya manusia dengan sebaik mungkin, Seharusnya dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab. Pendidikan juga merupakan suatu proses yang berkesinambungan yang bertujuan untuk membentuk kedewasaan pada diri peserta didik.

Sekolah merupakan wadah bagi pemerintah untuk merealisasikan pendidikan nasional yang diperuntukan kepada masyarakat. hal ini menjadikan sekolah diharuskan membuat tata tertib untuk mengatur jalannya pendidikan agar berjalan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Alasan sekolah membuat tata tertib karena sekolah mempunyai tugas menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan peserta didik.

Dalam mensukseskan pendidikan, guru harus mampu menumbuhkan sikap disiplin peserta didik, terutama disiplin diri. Pendidik harus mampu membantu peserta didik untuk mengembangkan pola prilakunya, meningkatkan kesadaran perilakunya dan melaksanakan aturan sebagai alat untuk menegakkan disiplin.

Manusia yang disiplin ketika melakukan kesalahan walaupun kecil maka akan merasa cemas dan telah menghianati terhadap dirinya sendiri. Kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari memerlukan pembiasaan, tanpa pembiasaan seseorang akan sulit untuk melakukan kedisiplinan. Diantara pembiasaan yang bisa dilakukan di sekolah adalah disiplin dan mematuhi peraturan sekolah, ramah pada teman-temannya, dan kebiasaan-kebiasaan lain yang menjadi aktivitas sehari-hari.

Shalat wajib yang dikerjakan dalam waktu-waktu tertentu dapat membentuk disiplin yang kuat pada seseorang dan melatih pembinaan disiplin diri sendiri. Melaksanakan shalat berjamaah pada waktunya, akan menumbuhkan kebiasaan secara teratur dan terus menerus melaksanakann pada waktu yang telah ditentukan.

Shalat berjamaah memberikan berbagai keistimewaan bagi siapa saja yang menjalankannya, terutama kepada orang yang menjalankannya dengan disiplin. Seseorang ingin disiplin maka harus membiasakan diri tepat waktu dalam segala aktivitas. Shalat merupakan ibadah yang mendidik berbagai hal, mulai dari kedisiplinan hingga berkomitmen terhadap perbuatan, sikap dan ucapan.

Seringkali anak jaman sekarang jarang sekali yang mengikuti shalat berjamaah, terlebih jika mereka disibukkan dengan kegiatan sekolah dan yang lainnya. Oleh karena itu untuk menumbuhkan intensitas peserta didik untuk suka mengikuti shalat berjamaah adalah dengan mengadakan program di wajibkan shalat berjamaah di sekolah. Pembiasaan Shalat Berjamaah dan Baca Tulis Al-Qur’an untuk Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik.


PERISTIWA (FACT)


Rendahnya keinginan anak di SD Negeri 3 Ngadirejo untuk melakukan sholat berjamaah membawa dampak pada kedisiplinan peserta didik, program Pembiasaan Shalat Berjamaah untuk Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik sesuai dengan salah satu karakteristik dari lingkungan yang menumbuh kembangkan kepemimpinan murid yaitu lingkungan yang melatih keterampilan yang di butuhkan murid dalam proses pencapaian tujuan akademik dan non akademik, untuk itu kita lakukan untuk membuat program bersama komite sekolah.

Yang dilakukan pada aksi nyata berikut alasan mengapa melaksanakan aksi nyata?

Aksi nyata pengelolaan program yang berdampak pada murid di maksudkan untuk mewujudkan  kepemimpinan murid, program ini di lakukan dengan harapan siswa siswi bisa menumbuhkan sikap berani dalam dirinya, berani tampil dan mengekspresikan dirinya dan menghargai seni dan budaya nasional dan bisa mengembangkan potensi atau bakat yang di milikinya.

Aksi nyata ini di lakukan untuk mewujudkan langkah pengelolaan program yang berdampak pada murid dengan berbasis pemetaan aset sekolah menggunakan model BAGJA dan MELR Yang dilakukan guna memastikan sebuah program yang berdampak pada murid. Sehingga bisa menjadi langkah konkrit keterlibatan sebagai pemimpin dalam pengembangan sekolah.

Selain itu alasan utama dibalik program ini adalah pada terwujudnya kepribadian yang berakhlakul karimah  dan perkembangan siswa secara holistik, siswa yang bahagia. dan juga memiliki nilai – nilai pribadi yang unggul, berbudaya serta memiliki karakter profil pelajar pancasila.

Tujuan Utama melaksanakan aksi nyata ini adalah sebagai berikut :

•    Membangun kesadaran siswa atas pentingnya sholat berjamaah dan baca tulis Al-Qur’an untuk mendukung pembelajaran khususnya pendidikan agama

•     Menumbuhkan jiwa kepemimpinan siswa

•     Menjadikan kegiatan sebagai budaya positif di sekolah

•     Melatih kemandirian siswa yang bertanggungjawab

•     Menumbuhkan budi pekerti dan kepribadian yang baik kepada siswa


HASIL AKSI NYATA YANG DI LAKUKAN

Dengan terlaksananya program ini ,  maka program ini pada dasarnya di rancang untuk menjadi wadah berinovasi bagi siswa siswi menumbuhkan keberanian untuk tampil  dan juga mengedukasi siswa akan penitingnya budaya sholat berjamaah. Siswa-siswi perlu di perkenalkan betapa pentingnya
kegiatan sholat berjamaah yang dilakukan sehingga sebagai generasi muda penerus bangsa akan selalu menjunjung nilai agama yang mampu melestarikan budaya Baca Tulis Al-Quran . Di perlukan sebuah pembiasaan yang menjadi sebuah budaya. Dengan 
pelaksanan kegiatan  yang rutin dan berkelajutan dari program ini maka dampak pada murid dalam hal meningkatkan minat dan bakat serta jiwa kepemimpinan dan juga kepedulian akan budaya Baca Tulis Al-Quran dan sholat berjamaah akan membuahkan hasil.


Hasil aksi nyata di SD Negeri 3 Ngadirejo ini menunjukkan bahwa ada perkembangan dari waktu ke waktu mulai setelah kegiatan proses belajar mengajar yang di awasi oleh wali kelas sehingga menjadi budaya bagi murid – murid ketika jam sholat berjamaah sudah di mulai maka dengan sendirinya melakukan aktivitas tersebut. Satu hal yang menjadi saya bangga sebagai wali kelas peserta didik mampu meningkatkan kemampuannya yaitu memiliki jiwa kepemimpinan karena dengan keberanian penuh mampu menciptkan seorang pemimpin yang mampu berdiri di depan untuk menjadi iman ketika melaksanakan sholat berjamaah.

PERASAAN (FEELING)

Perasaan saat merencanakan aksi nyata ini program yang berdampak pada murid ini adalah  merasa tertantang karena program ini harus menekankan pada aspek dampak langsung pada diri siswa misalnya kepedulian aspek lain, keimanan,  kedispilinan, dan aspek lainnya yaitu kemampuan kepemimpinan bisa menjadi bekal siswa untuk kehidupan yang lebih baik sebagai individu maupun anggota masyarakat.

Perasaan saat program ini terlaksana perasaan bahagia dan juga optimis dengan pencapaian program yang sudah berjalan, terlaksananya program ini tidak terlepas dari kolaborasi semua pemangku kepentingan terutama siswa yang sangat antusias terlibat dalam program Baca Tulis Al-Qur’an dan sholat berjamaah. Saya pun bertambah antusias terlibat dalam program tersebut baik dari murid dan seluruh pemangku kepentingan di sekolah. Dengan respon yang baik dari warga sekolah terutama murid membuat saya ingin terus terlibat dalam pengelolaan program ini agar lebih baik lagi ke depannya dan dengan harapan dapat terus berkelanjutan.

PEMBELAJARAN ( FINDING) YANG DI DAPAT DARI PELAKSANAAN AKSI NYATA


Pembelajaran yang di dapatkan dari aksi nyata adalah terwujudnya kepemimpinan murid dalam Baca Tulis Al-Qur’an dan sholat berjamaah untuk peningkatan minat bakat serta jiwa kepemimpinan, terwujudnya  karakter siswa yang memiliki pengetahuan keagamaan yang diperoleh dan menjadi siswa yang berani tampil dan mengekspresikan bakat maupun potensinya pada akhirnya besar harapan saya bahwa program ini akan bisa mewujudkan profil  pelajar pancasila yang berakhlakul karimah.

Dari aksi nyata ini saya mendapatkan banyak pelajaran penting, yaitu bagiamana saya menyusun dan mengelola sebuah program yang berdampak pada murid dengan pemetaan aset model BAGJA. Selain itu saya menyadari

pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk suksesnya program ini. Saya juga belajar bahwa peran guru tidak terbatas pada pembelajaran di dalam kelas saja namun harus peduli dan ikut terlibat dalam mengelola program yang berdampak pada murid.
Sebagaimana yang dikatakan bapak Ki Hadjar dewantara bahwa Pendidikan  diartikan  sebagai ‘tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak -anak’. Maksud Pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai  keselamatan  dan  kebahagiaan  yang  setinggi -tingginya  baik sebagai manusia maupun sebagai  anggota masyarakat.



PENERAPAN KEDEPAN (FUTURE) RENCANA PERBAIKAN UNTUK PELAKSANAAN DI MASA DEPAN


Recana perbaikan ke depan yaitu  lebih mengaktifkan kembali kegiatan intrakurikuler di lingkungan sekolah untuk memberikan bimbingan dan menjadi wadah pengembangan minat dan bakat anak selain itu kedepannya perlu pemberian apresiasi berupa reward kepada siswa yang memiliki prestasi akademik sebagai bentuk dukungan untuk menambah semangat anak menampilkan kreatifitas dalam melakukan kegiatan Baca Tulis Al-Qur’an dan sholat berjamaah. Selain itu perlu peningkatan kolaborasi guru ,siswa dalam hal kegiatan tersebut siswa butuh pendampingan dan bimbingan dari guru wali kelas pada saat melakukan kegiatan agar program dapat berjalan sesuai apa yang kita inginkan.

REFLEKSI AKSI NYATA

Program Pembiasaan Shalat Berjamaah dan Baca Tulis Al-Qur’an untuk Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik. berjalan cukup baik walau tidak sesuai dengan diimpikan CGP. Tetapi  program  ini  menghasilkan  respon  yang  baik  dari  kepala  sekolah,  komunitas sekolah, wali murid dan warga sekitar sekolah. Berikut adalah analisis keberhasilan dan kegagalan yang diperoleh setelah pelaksanaan program.

Keberhasilan

Program  ini  dikatakan  berhasil  menurut  CGP  karena  mengalami  peningkatan dari sebelum diadakan  program hingga program ini dilaksanakan. Berikut keberhasilan yang didapat:  

  1. Kegiatan ini telah mampu membuat CGP berkolaborasi dengan rekan guru yang lain  mulai  dari  memetakan  potensi/kekuatan,  pendampingan, dan pembiasaan diri pada peserta didik
  2. Murid telah mampu berpikir kritis dan kreatif untuk bisa menjadi pemimpin dalam pembelajaran dan pembiasaan diri dengan melaksanakan Baca Tulis Al-Qur’an dalam setiap minggu dan pembiasaan Sholat Berjamaah setiap selesai pembelajaran

Kegagalan 


Dalam pelaksanaan program terdapat beberapa kendala serta tantangan yang terjadi, berikut kendala program :

  1. Ada beberapa kelas yang sulit untuk mengikuti program dengan alasan tidak membawa peralatan sholat
  2. Waktu pelaksanaan setelah selesai pembelajaran antara jam 12.00 sedangkan siswa kelas rendah jam 11.00 sudah pulang, sehingga tidak bisa memenuhi program

 

 

RENCANA TINDAK LANJUT

 

Setelah melakukan kegiatan refleksi tentang keberhasilan dan kegagalan yang didapatkan dari  penerapan  program  berpusat  dan  berdampak  pada  anak   “Pembiasaan Shalat Berjamaah dan Baca Tulis Al-Qur’an untuk Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik “ perlu  disusun  rencana tindak lanjut, antara lain:

1. Program “Pembiasaan Shalat Berjamaah dan Baca Tulis Al-Qur’an untuk Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik “   tidak  berhenti  setelah  program  berhasil  bisa  dimasukkan  kurikulum  atau sebagai  instrakulikuler  sehingga  bisa menjadi kebiasaan setiap hari.

2. Program “Pembiasaan Shalat Berjamaah dan Baca Tulis Al-Qur’an untuk Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik “ diharapkan bisa menjadi pembiasaan diri sehingga bisa menumbuhkan siswa siswi yang berakhlakul karimah.

 

Salam Sehat, Salam Bahagia Dan Salam Guru Penggerak   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Imajiku tentang Muridku di Masa Depan

AKSI NYATA VISI GURU PENGGERAK