1.4.a.6.1 Refleksi Terbimbing-Budaya Positif - Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4

 

1.4.a.6.1  Refleksi Terbimbing-Budaya Positif

Tujuan Pembelajaran Khusus

CGP dapat melakukan refleksi terkait pemahamannya mengenai konsep-konsep inti dalam modul Budaya Positif.

1.      Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep inti yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: disiplin positif, posisi kontrol guru, kebutuhan dasar manusia, keyakinan kelas, dan segitiga restitusi. Adakah hal-hal yang menarik untuk Anda dan di luar dugaan?

Disiplin positif adalah memberikan motivasi dan menghargai diri sendiri tidak harus terpengaruh memberi hukuman atau hadiah sehingga dapat membuat seseorang menggali potensinya  menuju kepada sebuah tujuan.

Posisi kontrol guru antara lain Penghukum, Pembuat Orang Merasa Bersalah, Teman, Monitor (Pemantau) dan Manajer.

Kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan untuk bertahan hidup  (survival),  cinta  dan  kasih  sayang  (love  and  belonging),  kebebasan (freedom),  kesenangan  (fun),  dan  kekuasaan  (power).

Keyakinan kelas adalah Kesepakatan kelas yang dibuat oleh guru dan siswa untuk menumbuhkan budaya positif.

Segitiga restitusi meliputi 3 tahab dan setiap tahapnya berdasarkan pada prinsip penting dari Teori Kontrol, yaitu

·        Menstabilkan Identitas/Stabilize the identity teori kontrolnya Kita semua akan melakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan

·         Validasi Tindakan yang Salah/ Validate the Misbehavior teori kontrolnya Semua perilaku memiliki alasan

·         Menanyakan Keyakinan/Seek the Belief teori kontrolnya Kita semua memiliki motivasi internal.

Hal-hal yang menarik dan diluar dugaan adalah semua anak punya keunikan sendiri, “Jika jalan yang kita tunjukkan terarah maka anak tidak akan pernah tersesat”.

2.     Tuliskan pengalaman Anda dalam menggunakan konsep-konsep inti  tersebut dalam menciptakan budaya positif baik di lingkup kelas maupun sekolah Anda.

a.     Membuat keyakinan kelas bersama anak-anak

b.     Menanamkan pembiasaan diri dan rasa tanggungjawab pada dirinya sendiri

c.      Memposisikan diri saya sebagai manager pada anak-anak sehingga dapat mendorong mereka untuk berperilaku positif

3.     Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan segitiga restitusi ketika menghadapi permasalahan murid Anda? Jika iya, ada di posisi manakah Anda? Anda boleh menceritakan situasinya dan posisi Anda saat itu.

Sebenarnya saya sudah pernah melakukan penyelesaian masalah dengan menggunakan segitiga restitusi ini, tapi secara teori saya belum pernah tahu, bahwa saat itu saya menggunakan prinsip menstabilkan identitas.

Dalam kelas saya ketika masa pandemi ada 1 anak yang tidak tidak pernah mengerjakan tugas ketika saya cek pada google classroom tak satupun tugas dikerjakan. Kemudian saya panggil anak tersebut dan orang tuanya untuk mengetahui mengapa tidak mengerjakan tugas, ternyata anak tersebut tidak punya HP. Akhirnya saya meminta pada anak tersebut untuk melakukan restitusi, Solusinya anak tersebut meminta bantuan teman terdekat untuk mengerjakan tugas bersama.

 

4.      Perubahan  apa yang terjadi pada cara berpikir Anda dalam menciptakan budaya positif di kelas maupun sekolah Anda setelah mempelajari modul ini?

Untuk menciptakan budaya positif pada anak saya harus memahami beberapa aspek yaitu disiplin positif, posisi kontrol guru, kebutuhan dasar manusia, keyakinan kelas, dan segitiga restitusi.

Setelah mempelajari Modul ini

            a.   Saya mulai memahami budaya positif yang berpihak pada anak

            b.   Saya merefleksikan dan mengevaluasi praktik disiplin pada anak

 

5.      Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran?

Sangat penting, karena saya sebagai pendidik dan sebagai pemimpin pembelajaran harus mampu untuk membentuk karakter anak mulai sejak dini.

 

6.      Apa yang Anda bisa lakukan untuk membuat dampak/perbedaan di lingkungan Anda setelah Anda mempelajari modul ini?

Dengan menerapkan konsep perubahan positif dengan perubahan paradigma stimulus respon menggunakan disiplin positif, posisi kontrol guru, kebutuhan dasar manusia, keyakinan kelas, dan segitiga restitusi.

7.      Selain konsep-konsep tersebut, adakah hal-hal lain yang menurut Anda penting untuk dipelajari dalam proses menciptakan budaya positif baik di lingkungan kelas maupun sekolah?

Ada yaitu dengan memberi tuntunan, menjadi teladan, melakukan pembiasaan dan membentuk keyakinan pada anak agar tercipta budaya positif.

8.      Langkah-langkah awal apa yang akan Anda lakukan jika kembali ke sekolah/kelas Anda setelah mengikuti sesi ini?

a.     Berkolaborasi dengan Kepala sekolah, teman sejawat, murid-murid untuk bisa tercipta budaya positif di kelas atau di sekolah.

b.     Bersama-sama murid menentukan keyakinan kelas

c.      Menerapkan keyakinan dan menjalankan sesuai konsekuensinya

d.     Melakukan refleksi dan evaluasi

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Imajiku tentang Muridku di Masa Depan

AKSI NYATA VISI GURU PENGGERAK